Kata Sapaan/Ganti (Kelas 5C)

 

Nama

:

Oke Pajarli, S.Kom.

Mapel

:

Bahasa Lampung

Kelas

:

5C

Waktu

:

Kamis, 12 Februari 2026

Unit

:

SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

Materi

:

Kata Sapaan/Ganti

Tujuan

:

Mampu menggunakan kata ganti orang dalam bahasa lampung.

CP

:

Kemampuan memahami, menggunakan dan merefleksi berbagai jenis teks, sesuai tujuan/fungsi sosialnya sehingga peserta didik dapat berpartisipasi dalam masyarakat melalui pengetahuan dan kemampuan membaca/memirsanya.

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tabik pun........Selamat pagi anak-anak........

Api kabagh sanak-sanak sai sholeh ghik sholehah...

sihat seunyinni yu nak....

 

Alhamdulilah ghani hinji, gham dapok betungga luwot dilom pelajaghan Bahasa Lampung. Semakung gham ngemulai pelajakhan di pagi hinji dang lupa bedu’a usahako sholat dhuha ghik muroja’ah pai yu nak, nyin ilmu sai dikeni ulih gughu dapok kuti teghima sai helau.

Anak-anakku, pada peghtemuan ghani hinji gham haga pelajaghi tema 2 tentang Kata Sapaan/Ganti, Semakung ngemulai pelajaghan. Kuti sediako buku ghik alat tulisni yu nak… Hunja pak gughu mapaghko mateghi singkat. Tibaca ghik tipahami yu anak-anak pak gughu.

 

 Kata Sapaan/Ganti

 

Dalam bercakap-cakap dalam bahasa lampung kita harus memperhatikan tata krama berbahasa. Kata ganti orang untuk menyapa (sapaan) haru tepat kepada siapa kita berbicara. Kata sapaan yang di gunakan pembicara kepada orang lain lebih muda pun harus sesuai dengan maksud berujar.

Adapun tata cara penggunaan kata ganti orang (sapaan) berikut :

1.    Kata ganti orang pertama             : (Pembicara)

a.    Orang pertama tunggal

:

nyak, ikam (aku) dipakai untuk teman sebaya atau kepada orang yang lebih muda dari si pembicara.

 

 

Sekinduwa (saya/hamba) dipakai untuk orang yang dimuliakan.

b.    Orang pertama jamak

:

gham (kita) dipakai untuk teman sebaya.

 

 

Kita ghumpok (A), gham ghumpok (O) kepada oran gyang dimuliakan.

 

2.    Kata ganti orang keua                 : (Orang yang diajak bicara)

a.    Orang kedua tunggal

:

nikeu (kamu (O), niku (kamu A) kepada teman sebaya atau yang lebih muda.

 

 

Pusekam/sekam (anda/tuan) kepada orang yang dimuliakan.

b.    Orang kedua jamak

:

kuti, mettei (kalian) kepada yang sebaya atau yang lebih muda. Kuti ghumpok, peseghumpok (tuan-tuan/anda (A)).

 

 

Mettei ghuppek (tuan-tuan/anda (O)) kepada yang lebih tua atau yang di muliakan.

 

3.    Kata ganti orang ketiga                  : (Orang yang di bicarakan)

a.    Orang ketiga tunggal

:

yeu, iya (dia) untuk orang biasa atau sebaya.

 

 

Beliau/beliauan ; orang hormati atau yang dimuliakan

b.    Orang ketiga jamak

:

tiyan (mereka) untuk orang biasa/umum/yang lebih muda.

 

 

Tiyan ghuppek, tiyan ghumpok (mereka yang terhormati), untuk orang yang dimuliakan

 


================================================ 


 

Komentar